fbpx

Bookgenville

5 Perbedaan Bimbel Online dan Bimbel Offline

Bimbel Online vs Bimbel Offline

Dunia pendidikan di Indonesia saat ini memiliki tuntutan yang sangat tinggi. Terlebih pada standar – standar nilai mata pelajaran wajib, yang menjadi syarat masuk sebuah institusi pendidikan. Kehadiran bimbel menjadi sebuah kebutuhan untuk membantu anak lebih memahami pelajaran di sekolah. Saat ini, ada dua jenis bimbel utama yaitu bimbel online dan bimbel offline/konvensional. Berikut perbedaan antara bimbel online dan offline:

1. Lokasi

Bimbel offline atau konvensional mengharuskan anak/siswa hadir ke tempat belajar sehingga akan menambah biaya transportasi untuk ke tempat belajar. Namun, jika belajar di tempat siswa, maka pengajar yang akan mengeluarkan biaya untuk transportasi. Berbeda dengan bimbel online, sistem bimbel online dapat diakses dimanapun selama tersedia jaringan internet

2. Waktu

Bimbel Online dapat diakses kapan saja, selama kuota data dan jaringan internet tersedia. Sehingga, kapanpun anak/siswa ingin belajar bisa langsung mengakses bimbel online. Jika bimbel offline maka anak/siswa belajar sesuai dengan waktu yang ditentukan dan durasinya pun terbatas sesuai dengan kesepakatan.

3. Biaya atau Investasi

Sampai saat ini, investasi untuk bimbel online terbilang cukup murah. Bahkan ada yang hanya mematok harga 20 ribu rupiah untuk satu bulan, seperti bookgenville. Harga yang dipatok oleh Bimbel online tergantung dari jenjang pendidikan, lama berlangganan, dan fitur – fitur yang didapat oleh user. Sedangkan untuk bimbel offline atau konvensional dibanderol cukup mahal dibandingkan dengan bimbel online. Harga yang diberikan oleh Bimbel Offline lebih mahal karena fasilitas yang harus disediakan lebih banyak.

4. Lingkup siswa

Lingkup siswa yang dijangkau oleh Bimbel online akan lebih luas, karena mengandalkan jaringan internet dan aplikasi. Satu – satunya sarana fisik yang wajib disediakan yaitu gadget untuk mengakses aplikasi atau web bimbel online. Sedangkan untuk bimbel offline lingkup siswanya dibatasi hanya kepada siswa yang ikut andil dalam program bimbel offline tersebut.

5. Interaksi Sosial

Jika anak/siswa mengambil bimbel online, maka interaksi sosial akan lebih sedikit karena anak/siswa akan fokus belajar menggunakan gadget. Sedangkan pada bimbel offline, siswa dapat berinteraksi secara langsung dengan pengajar dan siswa lain secara fisik. Secara tidak langsung hal ini akan membuat kemampuan interaksi sosial anak/siswa akan semakin terasah sekaligus menambah jangkauan pertemanan anak/siswa. Dalam pelaksanaan bimbel offline, pengajar juga akan dapat mengetahui masing – masing kemampuan dan kelemahan siswa secara personal sehingga anak/siswa dapat lebih diperhatikan.

Jadi, pemilihan bimbel online atau offline sangat didasarkan pada kebutuhan anak/siswa dan sumber daya yang dimiliki oleh orang tua. Secara umum, bimbel online memiliki investasi lebih murah, akses yang lebih mudah. Akan tetapi anak akan bergantung pada penggunaan gadget dan mengurangi interaksi sosial anak/siswa secara fisik (baik dengan siswa lain maupun dengan pengajar). Sedangkan pada bimbel offline, harga yang dibanderol memang terbilang cukup mahal. Tetapi anak/siswa akan lebih diperhatikan oleh pengajar bimbel offline. Selain itu, anak/siswa akan belajar mengenai kedisiplinan karena waktu dan tempat di bimbel offline sudah ditentukan. (han)

Sumber:
haibunda.com
kinibisa.com

Leave a Reply

CAPTCHA ImageChange Image

Close Menu
×
×

Cart

0

Your Cart